Sabtu, 18 Februari 2012

Aku orang tidak beruntung, Aku orang Gagal

Alkisah, di tengahsamudra yang luas, saat air laut pasang, tampak ombak besar bergulung-gulung dengan gemuruh suaranya yang menggelegar, seakan ingin menyatakan keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa. Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, terdengar gemericik suara ombak kecil bersusah payah mengikuti jejak si ombak besar. Tertatih-tatih, mengekor hempasan ombak besar. Si ombak kecil merasa dirinya begitu kecil, lemah, tidak berdaya, dan tersisih di belakang. Sungguh, terasa menyakitkan. Dengan suaranya yang lemah, kurang percaya diri, ombak kecil bertanya kepada ombak besar. Maka sayup-sayup, terdengar serangkaian percakapan di antara mereka. "Hai ombak besar...! Aku ingin bertanya kepadamu...!! Mengapa engkau begitu besar, begitu kuat, dan gagah perkasa? Sementara lihatlah diriku... begitu kecil, lemah, dan tidak berdaya. Aku ingin seperti kamu!" Ombak besar pun menjawab, "Sahabatku, kamu mengganggap dirimu kecil dan tidak berdaya. Sebaliknya, kamu mengganggap aku begitu hebat dan luar biasa. Anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya!" "Jati diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu apa...?" timpal ombak kecil. Ombak besar meneruskan, "Memang di antara kita terasa berbeda, tetapi sebenarnya jati diri kita adalah sama! Kamu bukan ombak kecil, aku pun juga bukan ombak besar. Ombak kecil dan ombak besar adalah sifat kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati adalah air. Bila kamu bisa menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi. Kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku: kuat, gagah, dan perkasa." Kerabat Imelda...Sebagai manusia, sering kali kita terjebak dalam kebimbangan akibat situasi sulit yang kita hadapi. Yang sesungguhnya, itu hanyalah pernak-pernik atau tahapan dalam perjalanan kehidupan. Seringkali kita memvonis (keadaan itu) sebagai suratan takdir, lalu muncullah mitos: "Aku tidak beruntung", "Nasibku jelek", "Aku orang gagal". Bahkan ada yang menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakadilan Tuhan! Dengan memahami bahwa jati diri kita adalah sama-sama manusia, tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Karena sesungguhnya, kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bukan monopoli orang-orang tertentu. Jika orang lain bisa sukses, kita pun juga bisa sukses! Kesadaran tentang jati diri, bila telah ditemukan, maka di dalam diri kita akan timbul daya dorong dan semangat hidup yang penuh gairah; sedahsyat ombak besar di samudra nan luas, siap menghadapi setiap tantangan dan mengembangkan potensi terbaik demi menapaki puncak tangga kesuksesan.
Posted by inspirasipagi.imeldafm

Pertolongan bisa dari manapun


Seorang pria tua tinggal sendirian di sebuah desa. Pria tua ini sangat ingin menanam kebun kentang di kebun belakang rumahnya. tetapi baginya pekerjaan menggali sangatlah berat di usianya yang sudah renta. dia kemudian teringat pada putra satu-satunya yang berada di penjara. Si pria tua kemudian menulis surat kepada anaknya tersebut dan menjelaskan dengan rinci tentang kondisinya sekarang.
"Putraku tersayang, aku merasa sangat payah karena aku tidak dapat menanam kentang tahun ini.. Aku sangat merindukan masa-masa berkebun dengan kau dan ibumu. hari-hari itu sangat indah. Sekarang, aku terlalu tua untuk menanam sendirian. Jika kau ada disini, mungkin semua kesulitanku akan cepat berakhir. Andai saja kau tidak berada di penjara, andai kau ada disini, aku tahu benar kau akan menggali tanah itu untukku. Salam sayang selalu, ayahmu."

Tak lama kemudian, pria itu menerima telegram yang berbunyi:
"Demi Tuhan ayah! Jangan menggali Kebun! Disitulah aku mengubur senjatanya!"

Pada pukul 4 pagi keesokan harinya belasan agen FBI dan polisi setempat muncul dan menggali seluruh kebun tanpa menemukan senjata apapun. Si pria tua tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dengan perasaan bingung dia menceritakan semuanya pada putra kesayangannya. Jawaban putranya adalah,
"SELAMAT BERKEBUN AYAHH.... Sekarang ayah bisa menanam kebun tahun ini. ini adalah hal yang terbaik yang bisa kulakukan untukmu dari balik jeruji besi ini. Salam sayang untuk ayah."

Tidak masalah dimanapun anda berada. Jika memutuskan untuk melakukan sesuatu dari dalam hati, maka anda bisa melakukannya dari belahan dunia manapun.
Sumber : Gemintang.com

Sabtu, 02 April 2011

SURAT PERNYATAAN

SURAT PERNYATAAN

Bersama ini saya PRADIPTA MAULINA ARDHANI menyatakan sebagai berikut :
Tidak menggunakan dan tidak akan menggunakan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif).
Tidak berstatus sebagai suami / istri pegawai PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).
Sanggup ditempatkan di seluruh wilayah PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) selama menjadi Pelamar LuLus Seleksi / Pegawai.
Bersedia mengundurkan diri dan mengembalikan biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan apabila menikah dengan pegawai PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).
Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat dari instansi pemerintah maupun swasta.
Sanggup menyimpan rahasia perusahaan.
Bersedia menjalani Ikatan Dinas selama 10 tahun setelah diangkat sebagai Pegawai PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).
Bersedia mengganti biaya yang telah dikeluarkan perusahaan sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) jika mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus hingga tahap terakhir seleksi.
Demikian surat pernyataan diatas saya buat dengan sebenarnya.



Semarang, 12 Maret 2011
Mengetahui



Pradipta Maulina Ardhani S.S

Sabtu, 25 Juli 2009

Mr.X

differenciate between **** and others.

bahu **** lebih lebar.. setiap memandangnya aku selalu merasa aman dan nyaman. aku suka orang-orang dengan bahu yang indah. lebar maksudku. menurutku mereka yang berbahu lebar punya sesuatu yang mengagumkan yang tersimpan rapi di dalam dirinya.

posture tubuhnya pas. tidak terlalu kurus dan tidak juga gemuk. dia sexy dimataku.

dulu dia sangat menyangiku entah bagaimana sekarang.

**** membelikanku bensin kalau tanki motorku terlihat empty tanpa diminta. dia sangat amat pengertian.

dia tidak pernah bermasalah dengan memberiku uang meski kami bukan apa-apa
dia tidak perhitungan meski kadang dia pelit

**** banyak mentraktirku. dia tahu aku suka sekali dengan mi ayam dan berjanji akan mentraktirku mi ayam di dekat rumahnya.

**** mengerti mana yang baik dan mana yang buruk untukku. dia selalu menjaga nama baikku..

**** berkata secara kasar namun hatinya sangat lembut. bukan sebaliknya.

**** tegas dalam menentukan sikap, tidak ragu.

**** lebih romantis meski itu tidak disadarinya

**** sangat amat sibuk dengan teman-temannya

aku melihat **** jauh diatas ku, bukan sejajar denganku dalam aspek kedewasaan, filosofi, kematangan.

aku merasa, sampai saat ini hanya **** yang dapat "mengalahkanku". aku merindukan saat-saat dimana kami bertengkar, mendebatkan sesuatu, dan saling tertawa.

kalau aku pernah mengaku oedipus complex, maka aku menemukan sosok yang sangat kuinginkan ada di dalam udin. dia muda namun berbeda dengan para pemuda. dia seorang pria.

dia yang tidak ingin kuingat lagi

Terkadang aku bisa menjadi sangat bodoh dalam mengerti dia. Dia itu makhluk yang sangat amat sukar ditebak. Dia berlaku seenaknya. Sesuka hatinya. Tidak memikirkan perasaan orang lain. Dia arogan. Dia adalah makhluk bernama lelaki. Dan lebih spesifiknya, dia bernama ****.
Namun dia juga dapat bersikap sangat manis. Bahkan mungkin dia tidak menyadarinya. Dia menjaga ku saat aku sakit. Dia mengajakku ke tempat-tempat yang menyenangkan. Dia menghangatkanku saat aku kedinginan dengan secangkir teh jahe yang nikmat. Dia menyayangiku. Dia memberiku apa yang dia punya. Dia dapat mengemukakan suatu hal yang membuat aku terbang. Dan aku bisa lupa daratan.
Lelaki dengan mudahnya dapat mempermainkan hati wanita.
Kenapa?
Lelaki dengan mudahnya datang dan pergi sesuka hati mereka. Tanpa berpikir apa yang telah mereka ambil.
Kenapa bisa begitu?
Kenapa wanita tidak pernah bisa menggunakan logikanya untuk melindungi hatinya agar tidak tercuri?
Kenapa wanita begitu lemahnya hingga mudah memberikan hatinya?
Lelaki.
Mereka menyebalkan
Mereka benar-benar menyebalkan.
Dan aku tidak punya apapun untuk bisa menang melawan lelaki.
****. Dia itu..
Tidak jarang aku sampai akan menangis dibuatnya. Kadang aku sangat amat kesal hingga ingin meninggalkannya aku ingin pergi mencari kehidupan yang lebih indah tanpanya. Tapi itu sudah tidak mudah lagi. Cinta memang sukar diajak kompromi. Aku terluka olehnya, dan dia tidak bisa kulupakan begitu saja.
Ini tidak adil. Aku begitu takut kehilangan dia. Sedang dia sepertinya sudah tidak lagi peduli dengan ku.
Aku tidak menyerahkan apapun padanya. Aku tidak berlaku yang tidak baik. Smpai saat ini aku tidak kehilangan apapun kecuali hatiku.
Banyak temanku menyarankau untuk berpaling saja darinya. Dia tidak layak untuk orang seperti aku. Aku punya berjuta alasan meninggalkannya. Aku punya banyak cara untuk melupakannya. Dan aku punya banyak kawan untuk berlari dari angan tentangnya.
Tapi bagaimana kalau hatiku telah memilih dia?
Bagaimana kalau seluruh jiwaku memihak hanya padanya?
Jelaskan padaku aku harus bagaimana kalau sudah begini..


i really want to leave him.

BUDI IS MY GOOD FRIEND

ah, budi yang baik..
dia selalu memberiku semangat yang baru,
meski dia tidak sadar akan hal itu.
dia selalu memperkenalkan ku dengan orang-orang baru
dia membawaku pada suasana-suasana baru
membuatku lebih banyak mengenal karakter manusia.
membuatku tahu bahwa dunia tak sesempit pikiranku

budi baik meski dia kadang keras dan seenak perutnya.
dia selalu disukai oleh kawan-kawannya.
dan kawan-kawan terdekatnyanya adalah orang-orang yang baik
mereka mengenalnya dan akan selalu mengatakan hal yang baik tentangnya
kalaupun ada hal yang buruk, mereka tertawa saat mengatakannya
menunjukkan mereka tidak akan meninggalkan budi untuk hal-hal buruk yang dilakukannya.

budi menganggapku laki-laki meski aku berubah menjadi seperti bidadari
meski aku berambut panjang, meski aku memakai pakaian feminin.
menurutnya aku akan selalu menjadi teman laki-lakinya.
budi tidak peduli aku menempuh jarak yang jauh untuk bisa bertemu dengannya
budi tidak pernah memberitahuku tentang cuaca hujan saat aku dalam perjalanan ke tempatnya
budi tidak pernah merasa kasihan padaku
budi kusuka karena dia tidak akan mungkin menyukaiku.
aku nyaman berdekatan dengan budi karena aku percaya dia akan selalu tidak pernah menganggap ku sebagai seorang wanita.
budi mengerti tentang keburukan-keburukanku tapi tidak beranjak pergi dariku.

ah, budi yang baik..
dia dan teman-temannya makan banyak sekali.
membuktikan bahwa dia benar-benar bersemangat menghadapi hidup
dia menganggap semua hal akan berjalan dengan mudah
dia mengajarkan ku untuk menjadi santai dalam menghadapi masalah
dia berjalan apa adanya
dia bebas tanpa aturan mengikatnya terlalu erat

budi tidak suka berbagai jenis makanan.
dia membenci makanan pedas, tahu, pindang, sambel, dan masih banyak lagi
kecuali buatan ibunya.
meski dia selalu mengatakan bahwa ibunya cerewet dan mendominasi, tapi dia amat menyayangi ibunya.
dia menghormati ibunya, menandakan dia menghormati orang lain.
hanya saja dia tidak menghormatiku karena aku bukan wanita menurutnya.
budi yang baik..
budi mengesalkan kadang, tapi aku bisa mengerti itu.
budi menjengkelkan kadang, tapi aku tidak pernah bermasalah dengan sikap-sikap nya.
budi yang baik..

dia mengerti betul ada Udin dihatiku.
dia paham benar bagaimana perasaan ku pada udin
dia selalu mengolok-olokku dengan kata "udin"
dia tidak melupakan saat-saat pertama bertemu aku
dia tidak lupa aku memanggil wisnu dengan kata "sayang-sayang"
setelahnya dia akan tertawa

budi yang baik..
dia selalu membantu saat orang lain membutuhkannya
dia akan memberikan milik nya saat orang lain memintanya.
hatinya akan menangis saat orang lain menangis
budi teman yang baik
bahkan kalau saja sejuta manusia menjadi lawan 1 temannya, dia akan memihak temannya

aku tidak dapat menemukan alasan kenapa Tuhan memberikan seorang Budi padaku,
tapi kutahu itu bukanlah sebuah pertanyaan untuk ditanyakan
mungkin pertanyaannya adalah, bagaimana tuhan tahu aku membutuhkan seorang teman seperti budi.

aku harap budi selalu bahagia.
agar orang-orang didekatnya juga dapat merasakan hal yang sama.
karena saat dia bahagia, maka semua akan turut bahagia

alam dan aku di suatu hari


angin menari-nari melompat berputar riang sekali
tapi masih aku duduk disini menantinya.
titik hujan bekejaran berlari tertawa menggoda.
masih juga, aku tak tahu dimana hadirnya.
rembulan berdendang bersama gemintang berkedip tersenyum manis.
tapi entah bagaimana penantian ini kan berakhir.
alam serentak menawarkan kebahagiaan
kujawab, tidak kalau tak dengannya.
semua tertawa membentangkan tangan untuk sebuah keceriaan.
mari kemari, ajaknya
kugelengkan kepala dengan hati teriris.
lalu kujawab, nantilah, biar dia datang dulu.
aku disini dalam sebuah penantian.. dalam kebimbangan
aku tak tahu dan tak bia tahu dimana hadirnya
hanya hati berbisik
percyalah, percayalah dia akan datang membawa cinta yang lebih indah dari alam surga.